6 Jun 2013

satu mimpi.

Baik.
Mari kita awali elaborasi ini dengan satu kata. Saya harap tetap konsisten hingga di akhir kisah : "saya sepenuhnya baik-baik saja,"


Anggaplah, saya punya sebuah kisah untuk diceritakan. Tentang seorang pribadi pemimpi, yang orang-orang yakini dia memiliki visi yang -bisa saja ditertawakan oleh kaum realistis, maupun dipuja oleh golongan idealis.

"Visioner", begitulah karakternya. Mari kita sebut pribadi ini sebagai si "A". Individu yang mau membangun kisahnya dari kaki hingga ubun, menata sedemikan rupa tujuannya, dan merajut makna penting dari karakter sebagai refleksi sikap.

Gila visi? Bisa dikatakan iya. Jika harus dituntut pada proses perealisasian tujuan, ia amat giat berkreasi. Namun, saat ia menggabungkan proses itu, kini harus ditantang untuk memilih di antaranya. Ya, antara menuntut konsistensi yang pasti, atau mengabaikan duniawi sambil menikmati hasil dari pelihnya berinovasi?

Maka, boleh kusebut makna 'dewasa' adalah orang yang bisa berpikiran bijak. Waras dalam mengambil keputusan rasional antara intuisi sesaat dengan kondisi kali ini. Sudutkanlah A dalam kondisi seburuk apapun! Tantang dia, mari kita lihat keputusan dia selanjutnya.

Sambil merengut, saya yakinkan diri saya sambil berkata, "hidupmu masih panjang untuk merajut kembali bagian dari mimpimu,"
Kali ini, pikiran waras memang harus bertindak.Mengulum senyum, sontak kujawab, "terima kasih" dan berlalu pergi.

4 Jun 2013

Indahnya Ukhuwah Islamiyah

Qur'an digital.PNG
"maka, nikmat Tuhanmu manakah yang kau dustakan?"

Setelah beberapa hari sempat dengan emosi fluktuatif, sekarang saya sudah mencoba berpikiran lebih objektif menanggapi berbagai persoalan.

Dalam beberapa minggu ini cukup menjadi satu momen paling complicated. Setelah pasang surut dalam memaknai prinsip -hidup maupun keyakinan (menyikapi kondisi belakangan ini di lingkungan sekitarku), kemudian musibah yang terjadi dalam keluarga besarku. Sesungguhnya, saya hendak menceritakan hal ini.

Jika saya mengawali elaborasi cerita ini dengan ucapan alhamdulillah, bukan berarti saya mensyukuri bagaimana musibah ini terjadi. Namun, di sisi positif pun akhirnya saya bisa menemukan dan memaknai indahnya ukhuwah islamiyah.

23 Mei 2013

sooner or later

well, seems like i just know the exact meaning of my favorite song.

Once, i do remember the first time i know this one, during my first holiday (definitely as the freshgraduate one), trying to finish my 1st essay *remember this hard moment* then feels attractive all at once for this song.   Big applause for Mat Kearney :)


Sooner or later -Mat Kearney

21 Apr 2013

tetap belajar

"anak muda boleh saja berpikir segila mungkin, selama mereka tidak berhenti belajar. Mereka yang berkoar anarkis, adalah mereka yang berhenti belajar karena merasa sudah pintar"

kalimat ini dikutip dari pernyataan KH Achmad Musthofa Bisri, atau yang diakrab Gus Mus. Sekilas, aku melihat sosok bersahaja beliau yang banyak hal unik bisa saya pelajari dari sini.

Setelah cukup lelah terjebak dalam keombang-ambingan masa labil remaja, aku mencoba untuk melihat dunia dari perspektif yang lebih luas, dan ya! saya menemukan sosok unik yang 'berkarakter'. Tergugah hati saya menonton tayangan ulang kick andy -padahal sudah lama sekali- tentang sosok Gus Mus ini. Beliau juga orang NU, sahabat Abdurrahman Wahid ketika di Kairo dulu, dan 'berkarakter' dengan (pandangan saya) menjalani hidup sedemikian rupa -santai dalam persepektif beliau. Riwayat hidup yang cukup kacau, diterima di al-azhar kairo secara (beliau sendiri berkata) 'iseng nulis aplikasi dan menjawab beberapa pertanyaan, lalu diterima' -saya juga cukup enggan menerima fakta seperti itu.

Saya melihat banyak pula sosok yang bisa menjalani hidup sedemikian adanya dengan bersahaja, namun tetap sukses pada prinsip yang selama ini mereka anut. Mereka memiliki apa yang disebut orang sebagai 'rendah hati', 'tidak pamer', namun tetap konsisten pada 'hobi' yang digeluti. Pencapaian? ikuti saja kata hati.

Setelah mengalami 'pencerahan wawasan pengetahuan kepenulisan' dari mba Iyas (beliau sudah cukup expert di bidang kepenulisan, atau lebih tepatnya beliau dan suaminya) ini, aku mencoba berpikir ulang mereset paradigma yang selama ini kubangun. Iya, aku sadar ada satu pencapaian yang bagaimanapun tak boleh dilupakan 4 tahun ke depan), namun harus ada yang diimbangi oleh konsistensi tersebut.

Toh, dunia tidak sempit. masih banyak kok yang bisa kita jadikan motivator, tetap dalam konteks untuk memotivasi diri sendiri. Aku belajar banyak dari temanku, Fitri Hasanah Amhar, "may, kita pokoknya HARUS jadi orang hebat", atau Annisa Mutiara Maharani, "inget janji kita ya, untuk ketemu s2 di MIT"

Dan bagaimanapun juga, aku sudah menghitung kegagalanku untuk 2 semester ini (sejauh ini). Kegagalan yang cukup banyak untuk menjadikan ini pengalaman berharga untuk belajar. Tiba-tiba saja teringat mapres UGM, kak Faelasufa, kegagalan 7 kali, keberhasilan 8 kali. Aku bahkan ragu, kegagalnku lebih banyak daripada beliau.

Bagaimanapun, hidup itu tetap harus dijalani dengan tenang. Setenang kita mengetahui hobi kita, dan bergelut di situ. Karena remaja boleh berpikiran hal tergila, aku juga sedang menunggu pengumuman (yang seharusnya malam ini) tapi belum ada respon. -kembali ke konteks- karena boleh berpikiran hal tergila, aku mencoba mencari2 cara dimana saya bisa mencari tahu sendiri eksistensi saya harus diletakkan dimana, juga lingkungan yang saya bangun harus seperti apa, dengan karakter apa adanya -tak perlu memaksa jadi orang yang saya kagumi-.

berpikir segila mungkin, ya... *mulai berpikir yang aneh2
-closing-

1 Mar 2013

"idealisme"

sejujurnya, aku sudah -cukup- capek terjebak dalam idealisme mahasiswa. Entahlah. Semangat berkoar tentang kebangkita bangsa? Dunia yang selama ini kutempuh menyuguhkan berbagai realita soal keadaan polemik. Apalagi mengingat lingkungan yang kubangun selalu berisi orang-orang realistis, yang saking realistisnya, selalu merendahkan mimpi besar idealisme orang lain, "udah lah lo jangan mimpi ketinggian. paling nggak buat hidup lo berguna buat diri sendiri, gak perlu mikirin orang lain." barangkali begitu seruannya.

Ah, ya. Waktu itu aku ingat. Masa SMA aku mulai bertemu dengan orang-orang hebat. Luar biasa menginspirasi, dan dia adalah salah satu teman dekatku. Dia nggak berpikiran idealis, memang. Tapi paradigma yang ia bangun selalu berusaha melakukan hal absurd menjadi lazim dengan semangat luar biasa. Dia -yang sekarang berkuliah di Turki itu yang memprovokasi, anak-anak sekelas untuk berkontribusi.

Aku cuma nggak habis pikir, bagaimana kehidupan orang yang selama ini realistis dalam pandangan sumir, tiba-tiba menginisiasikan gerakan kontribusi. Aku ingat betul esensi kami berempat saat pertama kali nongkrong, bukan mendiskusikan persoalan remeh, namun bagaimana prospek kita ke depan dalam menciptakan ke-'absurd'an lainnya. Sungguh, pengalaman luar biasa saat itu, dan mulai dari situ, aku bisa melihat bagaimana lingkungan memberikan respek pada mereka  yang -memang- respek terhadap mereka, bagaimana respon kepada sistem yang berusaha menciptakan perubahan ke arah baik. Tidak ada lagi jurang antara orang 'realistis' atau 'idealis'. mereka semua terbuka matanya, sadar, show must go on.

Sayangnya, kami berempat sudah berpisah. Aku -sungguh- berharap ini bukan sekadar retorika atau gelora kontribusi sesaat. Entah, nyata atau tidak, aku tetap menganggap itu adalah pengalaman terbaik dalam hidupku dalam proses -menuju dewasa.

Dedikasiku : Annisa Mutiara Maharani ; Ria Arni Fajriah ; Qoriatul Azizah.

14 Okt 2012

dengan bangga kupersembahkan ini,

masa kuliah emang gak lepas dari yang namanya kelabilan anak remaja. semester satu kita masih tetap bocah ingusan yang definisi perspektif beberapa orang sih, masih suka ngerubungan dengan tampang 'bloon' muter2 suatu lokasi. jadi langsung dapet kesimpulan "itu pasti maba"

jujur aja,  dari awal masuk kuliah, mungkin aku terserang penyakit idealisme mahasiswa prestatif yang diyakini gak semua orang dapat mengaplikasikannya. ini mengubah pola pandangku mengenai perilaku kayak gimana yang mesti aku terapin di kehidupan sehari2nya.

sampai pada akhirnya, kemarin ayahku datang menjengukku, dan kasih aku sebuah bacaan yang bahkan aku nggak pernah nyangka. imagine kita dalam kondisi bingung untuk bersikap apa pada dunia, terus disodorkan sebuah pengetahuan untuk "just try to totally be urself, dont ever force to be someone thats not exactly who u re because once u remember that moment  ure free as ure, u'll be desperately apologize," melihat ada orang yang kagum pada kamu dengan sosokmu seadanya dan cuma menyadarkan "kamu yang dulu itu unik", karenanya, aku dengan bangga mau kasih lihat cerita ini,


Tiga Puluh Menit bersama Kak X
Oleh
YYY
12 IPA C
Kriiiing!!! Jam telah menunjukkan pukul 18.30. Bel tanda usainya pejaran telah berbunyi. Semua siswa-siswi Primagama keluar dari ruang kelas dan berbondong-bondong pulang ke rumah. Sebagian ada yang masih mengobrol dengan teman-teman, menonton televisi sambil menunggu jemputan, melaksanakan salat magrib dan mengkonsultasikan pekerjaan rumah dengan kakak pengajar atau biasa disebut tentor.
“Kak W, mau nanya tugas Kimia nih, please dikit kok. Sedang tidak buru-buru pulang, kan?” tanyaku dengan wajah penuh harap.
“Iya, aku salat dulu ya. Kamu coba dulu aja tugasnya”, katanya.
Kak W pun pergi mengambil air wudhu lalu salaat magrib di ruang sebelah, tepatnya ruang kepala cabang. Aku pun masuk ke ruang tentor yang tidak terlalu besar dan segera mencoba kembali beberapa nomor yang sebelumnya telah aku lewati. Menghitung kembali di buku sembarang atau biasa disebut buku coretan. Namun, aku tidak juga menemukan jawaban yang tepat dengan pilihan yang sudah tertera.
“Ish, ini apaan sih! Dari tadi jawabannya tidak ada, bukunya salah tuh!” Gerutku.
“Kak Z, mau tanya tugas dong. Saya penasaran banget nih!” Kata seorang anak perempuan berkerudung dan berkacamata yang sedang menghampiri kak Z, kakak yang biasa mengajar Fisika di kelasku sekaligus suami dari kak W.
“Hmm.. pasti kak X tuh” pikirku.
“Riz, udahan belum? Ada tidak jawabannya?”, Tanya kak W yang baru saja selesaai salat.
“Mmm, belum Kak. Susah, eh bukan susah deh. Bukunya mungkin yang salah” kataku memenangkan diri.
“Coba lihat sini! Yah, ini mah gampang! Cari dulu gramnya nanti pakai rumus yang ini”, kata kak W.
“Tadi sudah dicari gramnya, tapi salah pakai rumus hehe”, kataku.
“Eh kak, itu kak X kan namanya?” tanyaku.
“Iya, kenapa? Pernah kenal?” Tanya kak W sambil melihat buku Kimia.
“Baru tahu semenjak dia bolak-balik ke ruang tentor. Hmm dia tertarik sama Fisika ya kak? Dia kalau nanya, malah jawab sendiri, kalau tidak salah waktu menanyakan supernova? Hmm, lupa deh pokoknya semacam itu atau tata surya?” ocehku sepanjang konsultasi tugas.
“Iya,dia itu suka banget sama Fisika”, jawabnya singkat.
“Kenapa dia suka banget sama Fisika?”, tanyaku.
“Dia tertarik sama kak Z hahaha”, jawabnya meledek.
“Memangnya dari SMA apa,Kak?” tanyaku sambil menghitung jumlah pH larutan.
“SMAN 4 Internasional”, jawab kak W dengan nada menegaskan.
“Widii, ckckck keren hahaha. Eh, kak udah ketemu nih. Kenaikan pHnya 4”, kataku dengan senang.
“Udah nih? Ini aja atau ada lagi?”, Tanya kak W.
“Udah kok ini aja hahaha. Sebentar kan? Hehehe”, kataku sambil merapikan dan memasukkan buku ke dalam tas.
“Yaudah, kakak pulang ya!” seru kak W.
“Oke, terima kasih ya kak!” kataku.
“Jadi, pada saat rekasi fusi nuklir tidak terjadi maka bintang tersebut dinyatakan padam”, kata kak X yang sejak tadi masih mengkonsultasikan kejadian supernova yang minggu lalu sempat ditanyakan juga.
“Oke, terima kasih ya kak Z”, kata kak X lalu keluar ruang tentor.
Aku masih duduk sambil membalas sejumlah pesan singkat yang masuk.
“Oh iya, belum salat Magrib!”, kataku kaget.
Aku langsung mengambil air wudhu dan menuju mushola di bawah dengan ukuran yang tidak terlalu besar. Di sana aku bertemu kak X yang sedang memakai mukena. Segera aku menemukan mukena yang pas dengan kepalaku.
“Hei kak, baru mau salat atau sudah selesai?”, sapaku berbasa-basi.
“Baru mau salat kok”, kata kak X sambil tersenyum.
“Oh yaudah jamaah aja yuk?” ajakku.
“Tapi, kakak jadi imam ya?” kataku lagi.
Aku langsung mengambil posisi di sebelah kiri sedangkan kak X di sebelah kananku. Kita berdiri dalam keadaan diam sangat lama dan aku menunggu kata takbir dari kak X yang tak kunjung terdengar juga.
“Kok kak X tidak takbir ya?” pikirku heran.
“Kan harusnya kak X yang jadi imam, lalu kenapa aku berdiri di sebelah kiri kak X? Berarti aku imam dong?” pikirku lagi.
“Atau aku saja yang memulai takbir? Tapi, bagaimana kalau tiba-tiba kak X takbir? Jadi kacau dong?” pikirku semakin heran.
Akhirnya aku yang memulai walaupun sudah dua menit lebih kami belum mengucapkan kata takbir. Aku melaksanakan salat dalam keadaan bingung dan tidak khusyuk.
“Assalamualaikum warrahmatullah”, ucapku.
“Hahahhahahahahahahaha!!”, tawaku dan kak X.
Kami terus tertawa terbahak-bahak ingin menjelaskan, namun tidak bisa. Kami berdua sama-sama mengerti apa yang telah terjadi. Akhirnya, kami mengulangi salat Magrib kami dengan kak X sebagai imam.
Setelah selesai salat Magrib untuk kedua kalinya dan berdoa sejenak, kami menjelaskan satu sama lain.
“Kak, kakak kenapa? Tadi tuh aku nunggu takbir dari kakak”, kataku sambil tertawa dan melipat mukena.
“ahahahaha, kan tadi kamu bilang kakak imamnya ya?” tanyanya sambil tertawa geli.
“Iya, maksud aku kak X jadi imamnya”, kataku menjelaskan.
“Aku kira kamu itu kakak tentor. Waktu kamu bilang, ‘kakak imamnya’, aku kira kamu yang mau jadi imamnya hahahaha. Kamu kelas berapa sih?” Tanya kak X.
“Aku kelas 11 IPA kak. Memang kakak tidak pernah melihat aku kalau lagi Tanya tugas?aku aja sering melihat kakak”, jawabku.
“Oh hahahaha ya ampun lucu banget sih hahahahaha!!”, katanya yang sejak tadi tertawa tanpa henti.
“Hmm, kenalin aku YYY, kak”, kataku mengenalkan sambil berjabat tangan.
“Kamu dari SMA mana?” tanyanya.
“Aku dari SMAN 55”, jawabku singkat.
Setelah tertawa puas dan sedikit berkenalan kami langsung pulang karena jam telah menunjukkan pukul 19.00.
“Daaah kak X hahaha!”, seruku sambil melambaikan tangan.
“Daaah!” balasnya.
Tak lama kemudian aku mengetahui ternyata kak X diterima di Universitas Gajah Mada dan hal yang membuat aku terkejut yaitu ternyata kak X adalah seorang anak dari bapak Lyang tak lain adalah guru bahasa Indonesia di sekolahku.
--000000000000--

10 Jul 2012

3 Mei 2012

10 jam

belakangan ini,yang namanya "waktu" itu sangat berarti. yaaap,... SANGAT BERARTI


"kak, kasih usul dong. kalo belajar efektifnya gimana ya?"
"minimal 10 jam sehari"
0___0-
"itu versi kakak atau,?"
"itu kata anak yang dapet ptn, minimal belajar sehari. usahain semua pelajaran tiap harinya kesentuh."

pada akhirnya, kesimpulanku cuma satu, "jangan ngevorsir diri,.."

13 Apr 2012

aku baru aja "nonton TV" (di bold karena penekanan aku jarang nonton TV) tentang berbagai band aneh bermodal muka doang, gak jelas suaranya mau parau atau nggak, gak peduli itu, dan gak peduli sealay apa itu tetep aja manggung menghibur puluhan penonton yang sudi aja dibego2in (ini suara hati yang bener2 kesel).

aku pernah dapet pengalaman dimana aku gak berani menghadapi masa depan dimana aku bakal jadi orang dewasa. aku sadar itu, karena salah satu dari banyak alasanku karena mungkin banyak hal menyenangkan yang gak bakal bisa aku lakukan lagi kalau aku udah dewasa.

coba bayangin, hidup kita yang dari lahir sampai sejauh ini terus aja seneng2, tiba2 mulai dari masa kuliah gak bakal lagi ada kata keringanan bantuan. jelas kita takut. gak bisa ngeliat awan dengan santai, ambil foto astronomi, ikut berbagai klub dimana kita bener2 bisa berpartisipasi aktif, gak ada waktu buat baca komik berchapter puluhan dalam sehari, nonton film, gambar dengan semangat, ngarang bahkan sampai ngayal sekalipun, aku gak bakal bisa ngelakuin hal itu! (yang sejujurnya aku sadar itu cuma hal2 kurang kerjaan yang selama ini aku lakukan)

jadi, kalo kita korelasiin sama kondisi sekarang, mungkin banyak orang yang bersikap sama seperti aku *yang waktu itu*. terlalu ketakutan menghadapi hidup, lebih lagi takut buat jadi orang dewasa. jadi terjebak dalam tubuh anak pra-tua dengan otak kayak anak2, yang dengan amat gak tau malunya mau aja manggung dengan gaya yang bahkan gak ngerti kalo ngejawab pertanyaan "kamu waras gak sih?". oke, mungkin cuma lack of creativity sampe kopas budaya negara lain. jadi beginilah produk setengah matang dari generasi masa kini, yang orang tuanya cuma bisa geleng2 respon semua ini.

23 Mar 2012

ada satu hal yang membuatku bangga belakangan ini selama liburan.

akhirnya, "THINGS I DO BEFORE I DIE" beberapa sudah terlaksana

complete baca manga :

CARD CAPTOR SAKURA
perfect hit
ufo baby
new ufo baby
OURAN HIGH SCHOOL
last game (belum tamat)
arisa (belum tamat)


NATSU NO KAKERA


akhirnya sudah kudedikasikan aku fans berat dari AMANO SHINOBU, NATSUMI ANDO dan MASASHI KISHIMOTO

12 Mar 2012

"carilah dan berkumpullah dengan orang tercerdas yang bisa kamu dapatkan"

kadang, kita sewajarnya terjebak di kondisi dimana kita merasa diri kitalah yang terpintar disitu. dimana pastinya kita merasa nyaman dan berpikir, this is the place where i belong. nyatanya, nggak ada nilai apapun yang kita dapat di tempat itu.

tapi sebaliknya, saat kita berkumpul diantara mereka yang terbaik, mungkin kita akan ngerasa terintimidasi dan itu justru jadi power boost up buat pribadi untuk terus maju jadi yang terbaik. dan saya sangat merasakan hal itu, dengan segala kenyamanan pada tempat sekarang saya berada, namun sekaligus sebuah perasaan nggak puas atas semua ini.

dan pada akhirnya, diri kita sendirilah yang bisa memotivasi kita :)

uas #1

inilah yang namanya UAS. gak ada sebenernya yang paling berarti daripada kata UAS itu berarti PULANG SIANG. itulah makna dari segalanya yang membuat saya tetap bisa hidup dengan tersenyum meski pulang cuma buat tidur siang, dan bangun buat belajar sampe subuh beranjak lagi. UAS ini juga berarti pola tidur saya berubah menjadi lebih mirip kelelawar ketimbang manusia yang normalnya istirahat 8 jam.

dan akhirnya, di awal UAS ini, saya terus berharap, "kapan ini selesai?" dan sialnya, ingatan yang terus muncul hanyalah, "ini baru juga mulai..."

UAS, yang menyebalkan adalah saat aku gak bisa cuma belajar materi IPA. kenyataannya, saya diharuskan belajar pelajaran mulok yang saya kurang diberkati disitu.

akhirnya, pertanyaan yang penting di sini adalah,

"kenapa saya daritadi ngomong gak jelas? "
karena besok UAS kwn dan saya bingung mau belajar apa?

7 Mar 2012

peringatan seminggu sebelum UAS UAMBN

sebenarnya hal gak penting kayak gini sih gak perlu dirayain. emang gak patut soalnya ini juga "baru mau", belum "udah selesai"nya masih 2 minggu harus menempuh minggu UAS UAMBN yang panjang.

gini kronologisnya. sudah sejak lahir atau aku emang gak ditakdirin? aku nggak terlalu tertarik minatku pada yang berbau "sejarah, pai, ski, KWN, BAHASA ARAB, fikih, Qurdis, OLAHRAGA, KESENIAN,dan lain laaiin" pelajaran berbau mulok yang cuma kebanyakan mengandalkan hafalan.

sesungguhnya sih dulu aku suka sejarah, tapi kerajaan (sekarang pun lupa) tapi yang ada peristiwa beruntun ken arok bunuh ken dedes terus anaknya, ada tunggul ametung terus jadi raja terus dibunuh lagi. pokoknya pembunuhan beruntun itu (dan cuma itu) yang aku suka dari sejarah. kalo lainnya, mungkin sejarah atlantis (sampe beli buku Atlantis : The Lost Continent Finally Found), ksatria Templar, sejarah orang pagan meski kadang baca itu merinding juga sih, kebanyakan berbau konspirasinya.

sesungguhnya dulu, di masa SD dan SMP (apalagi sd tuh yaa) aku suka banget yang namanya pelajaran AGAMA (and im proud to confess) soalnya di zaman aku secerah bulan purnama -bukan membanggakan diri tapi sedang membandingkan aku yang dulu dan sekarang- kalo dalam setahun aku gak dapet piala lebih dari 1 itu, berarti itu tahun sd ku yang cukup gagal. pokoknya tiap tahun dapet minimal 1,kadang 2, ada yang 3 sekaligus pas perpisahan. dulu aku kolektor piala saking getolnya sampe lomba2an sama temenku yang pialanya paling banyak. tapi tetep aja dia, pialanya ~20. bahkan sekarang aku sendiri capek ngurusin pialaku yang dipajang namun berdebu :( dulu aku terdoktrin sama prestasi orang tuaku yang seorang hafizah + khalifah terbaik juara1 waktu MTQ pialanya besaar, hadiahnya + TV sama uang tunai waktu itu umiku masih kurus tapi sekarang tetep cantik sih~ aku jadi suka jadi hafizah di sekolahku, kalo tiap ada acara bukan aku yang baca al-Qur'an, sekali lagi : itu hampir mustahil. mengenang aku yang dulu, aku seperti mengingat sosok orang lain (soalnya emang bener berlawanan!).
dulu, ulangan tajwid, aku doang yang dapet 100! aku bangga banget! dan 2 orang sekitar 80-an mungkin nilainya. lainnya? di remed. aku gak tahu sejak kapan aku berubah minat begini.

yang jelas, dimasa SMAku, aku justru lebih tertarik dengan kurikulum eksakta. tapi aku bertekad untuk menyeimbangkan ke2nya di bangku kuliahku nanti, juga bersikap layaknya muslimah yang gak pake jaket gombrong tiap les, celana olahraga tiap ke sekolah atau duduk bersila di tiap pelajaran.

makanya. gara2 minggu depan udah mulai UAS dan UAMBN, ini mungkin kali terakhirnya aku bakal disibukkan sama pelajaran yang dimasa SMAku aku gak terlalu tertarik sama hal itu. sebaliknya, aku malah menunggu2 kapan aku diujiin pelajaran fisika~


kawan, yang jadi masalah di sini, kenapa aku ngetik blog ini? semua gara2 aku GAK BISA TIDUR gara2 BELUM NGERJAIN PR BASING! bukunya ketinggalan di kolong meja! kertas fotocopyannya mungkin juga ketinggalan, atau nggak aku buang waktu beres2 kamar! Mr.Dyren itu galak banget loh! dan di pelajaran dia, 2 pertemua terakhir aku emang sengaja nge-bolosin diri (sebenarnya sih izin, yaap izin untuk belajar di rumah karena menurutku lebih efektif) tapi aku bertekad di minggu terakhir pelajaran ini (sebenernya sih basing gak minggu terakhir) aku gak bakal balas bolos lagi! yeaaaah! *semangat menggelegar*

SEMANGAAT UNTUK 3 MINGGU KE DEPAAAAAN MAJU PANTANG MUNDUUUUR!!!

3 Mar 2012

mode OFF

sebenarnya hari ini aku lagi galau banget nih! udek2 di malem minggu (asiiik dah) semua gara2 aku diputusin *ya gak lah!* semua gara2 sekolah! *ini gara2 gak tau mesti blaming on nobody jadi apa ajalaah*. tapi di beberapa bagian emang ini gara2 sekolah.

simak. aku lagi cari beasiswa. beberapa minggu *udah lama*
M: "katanya ada beasiswa ke jepang ya sensei? aku mau minta infonya dong" bela2in dateng pas istirahat ke bk, nyari2 ini guru satu
S : "iya, infonya lagi di ibu kepseknya. nanti aja ya setelah diperiksa dulu,"
M :"itu beasiswanyaapa aja?"
S : "Keliatannya sih teknik aja.."
aku minat di mipa, tapi meski begitu aku masih cukup tertarik sama beasiswa ini. jadi aku tetep NUNGGU sekolah sampe umumin beasiswanya. dan pas HARI INI aku liat infonya.................

CLOSED

application deadline : 2 maret 2012.
payment deadline : 2 maret 2012. 16.00 pm

2 HARI YANG LALUUUUUUUUUUUUU!!!!!

mau tau yang lebih histerisnya?

pilihan jurusan A :

Teknik Mesin
AERONAUTIKA
FISIKA/FISIKA TERAPAN


NAGOYA UNIVERSITY 


tau gaaaaaaaaak itu univ bergengsi dan ada pilihan fisika aeronautika. aku histeris liatnya! lain kali aku gak bakal mau percaya sekolah!!




akhirnya aku cari beasiswa APU yang dulu aku niat daftar tapi nge stuck di buat essaynya, ternyata ada lagi jalur lain yang cukup kirim berkas??!~

application deadline : february 2012 untuk keberangkatan september 2012 gelombang 2

5 HARI YANG LALUUUUUUUUUUUUUUUUUU!!!!!!!!!!!!!!!

buat another beasiswa setelah stress kumat mood OFF banget




GIGA buat Keiko Univ INTAKE IS CLOSED

Australian Award Indonesia INTAKE IS CLOSED

Asia Pasific Leadership Programme INTAKE IS CLOSED





akhirnya ini jadi awal hari yang sangat BURUK. dan momento ini kuabadikan lewat print screennya semua web yang berhubungan dengan kata INTAKE IS CLOSED itu....


p.s. sekarang jam 2.25 pagi.

Islam