3 Nov 2010

Alam & Manusia

"hidup itu nggak akan berarti tanpa adanya ikatan,"

ini berawal dari hari biasa yang kulewati, sebenarnya. kehidupan membosankan dengan bertemu orang yang sama, menjalani kegiatan yang sama dan sebuah kompleksitas yang sama.
ini hidup, kawan. dan terikat dengan peraturan yang konyol yang dibuat oleh manusia itu adalah hal menjengkelkan.
"aturan ada untuk dilanggar," maka aku masuk dalam golongan itu.



"kenapa kita harus terikat kalau kita bisa mengikat?" itu pemikiran golongan otoriter.
"kenapa harus terikat kalau bisa terbebas?" jelas, golongan independen
tapi, jelas. aku bukan kedua itu. dan  itu letak masalahnya.

sebuah opini tentang hidup dari seorang anak bangsa, yang bahkan tak tahu arah, kemana dia mau mengabdi.

"hidup itu nggak akan berarti tanpa adanya ikatan harapan. itu juga yang seharusnya dapat menjadikan manusia tunduk pada kekuasaan Sang Pencipta"

Kadang, kalau berpikir tentang hal itu, satu hal yang terlintas. pemikiran gila bahwa, "satu-satunya makhluk hidup yang tak pantas u/ hidup dan diciptakan adalah manusia, tanpa mempedulikan fakta siapa aku sebenarnya,

alam itu sudah tercipta atas kehendak Sang Kuasa. Setiap makhluknya telah diberikan peran yang sama. Memakan dan dimakan, berburu dan diburu, mengasih dan dikasihi. mereka semua memiliki bagian yang sama, melengkapi apa yang disebut "rantai kehidupan,"

maka, aku bertanya, "adakah manusia diantaranya?"
sebenarnya bukan makhluk lainlah yang melengkapi, tapi manusia itu sendiri.
Karena manusia hanyalah bak potongan mozaik kecil untuk melengkapi kehidupan.

Dan saat manusia muncul dengan kesempurnaannya, dengan keberadaan lengkapnya seluruh kehidupan.

Hal ini, justru sebaliknya. yang terasa hanyalah, "hidup adalah tentang manusia, maka sorotlah!"
dimana lainnya?

Mereka pikir, "hidup adalah panggung sandiwara" apa itu?!
Hanyalah terdengar konyol bagikku bahwa, "hidup adalah tentang manusia,"
sebuah paradoks penting, bahwa kita dan alam hanya terikat oleh ikatan abstrak tak bersumber dan tak bercabang.

Itulah yang kerap membuat alam marah?

Alam dan manusia adalah SATU. sebuah kompleksitas yang tidak diakui ini, adalah sebuah fakta yang semakin menyadarkanku akan kebodohan luar biasa dari makhluk hidup tersempurna yang pernah ada.
Alam dan manusia adalah satu kesatuan tak dianggap.
ya, mungkin karena alam tidak berseru, protes kepada manusia akan kebodohan yang dilakukannya.

dan apakah kita akan menunggu sampai mereka berseru?

hidup bukanlah tentang manusia.
"hidup adalah tentang bagaimana setiap makhluk-Nya saling melengkapi dan mengasihi,"
bukan tentang kekuasaan dan hasrat kemenangan, namun tentang kasih sayang dan penghargaan atas dedikasi,"

"hidup itu adalah tentang bagaimana memberi, bukan apa yang telah didapat,..." 

sebuah pemikiran gila, memang.
tapi, ini hanya opini dan persepsi sebagian kecil dari manusia :)

Islam