27 Nov 2010

antara Newton dan Einstein

albert einstein
isaac newton
siapapun juga tahu sama dua ilmuwan ganteng di atas. hahahaha,... Albert Einstein dan sir Isaac Newton, masuk dalam sekian dari kategori orang terkeren dalam listku. ilmuwan terhebat sepanjang masa yang namanya diabadikan dalam rumus.
kalau kata albert einstein, "rumus itu abadi,"

ada perbedaan mendasar (yang sialnya baru kusadari) antara mereka berdua, terkait mengenai waktu.




Sir Isaac Newton sang master gravitasi menyatakan bahwa "waktu itu absolut," dimanapun kita, waktu itu bergerak statis. 1 jam di bumi sama dengan 1 jam di mars, dan begitu sebaliknya.
jika Newton mengatakan itu, lain halnya dengan master Einstein yang menyatakan "waktu itu relatif," hingga muncullah teori relativitas, e-mc2. artinya, waktu itu berubah-ubah. 2 tahun di bumi hampir sama dengan 1 tahun di mars (masih ingat? bumi berevolusi 365 hari sedangkan revolusi mars 687 hari).

bahkan, lebih dari itu. teori gravitasi Newton telah dikembangkan oleh Einstein. jika Newton menyatakan "gravitas menyebabkan benda jatuh ke pusat gravitasi," maka Einstein menyatakan, "gravitasi yang membelokkan waktu, menciptakan garis orbit bumi terhadap matahari," artinya, waktu relatif karena gravitasi dari sebuah massa bintang.

contoh skala lebih besar, antara matahari dan pusat bima sakti. ingat solar apex? (garis edar matahari berevolusi mengelilingi pusat bima sakti). pusat galaksi kita yang memiliki gravitasi supermasif ini jelas membentuk lekukan waktu, membuat garis gravitasi edar bernama solar apex u/ revolusi matahari, si pemimpin tata surya kita ini.

terkait dengan teori relativitas einstein yang paling umum adalah paradoks si kembar. diterapkan dalam kehidupan sehari2, aplikasikan dengan simpel.

kita ambil contoh sebuah kereta yang berjalan dengan kecepatan konstan. asumsikan 200km/jam. si A berada dalam kereta dan melembar sebuah bola dengan kecepatan 30 km/jam. pertanyaannya, apakah berbeda, jika diamati dari sudut pandang si A, dengan si B yang berada di luar kereta?
maka bagi si A, kecepatan bola adalah 30 km/jam, namun si B melihatnya adalah 230 km/jam. simplistik dari teori relativitas.

nyeleweng sebentar. jika waktu adalah relatif, lain halnya dengan cahaya. kecepatan cahaya adalah absolut. statis. tidak berubah (tiga2nya sama aja sih artinya).
kecepatan cahaya per detik adalah 300.000km dan itu konstan. maka jika dalam kereta, si A menyalakan senter, kecepatan cahaya senter bukanlah hasil dari penambahan kecepatan kereta dengan kecepatan cahaya. namun, tetap konstan. 300.000 km/detik.

ingat rumus GLB, kan?
v=s/t dimana v adalah kecepatan, s adalah jarak dan t adalah waktu. memang terdengar nggak masuk di akal, tapi ini sudah dibutktikan o/ penelitian beberapa orang intelek bumi.

Islam